Belajar dari Komunitas

| August 29, 2008 | 26 Comments

Komunitas adalah sebuah kelompok sosial dari beberapa organisme yang berbagi lingkungan, umumnya memiliki ketertarikan yang sama. Dalam komunitas manusia, individu-individu di dalamnya dapat memiliki maksud, kepercayaan, sumber daya, preferensi, kebutuhan, risiko dan sejumlah kondisi lain yang serupa. Komunitas berasal dari bahasa Latin communitas yang berarti “kesamaan”, kemudian dapat diturunkan dari communis yang berarti “sama, publik, dibagi oleh semua atau banyak”.

Itulah definisi komunitas menurut Wikipedia, nah saya ingin bercerita disini, bagaimana saya benar-benar merasakan banyak sekali manfaat dari komunitas yang telah saya ikuti, dan inilah beberapa komunitas tersebut:

  1. KSL-UAJY. [2003] Komunitas ini terdiri dari para pengguna linux di Universitas Atma Jaya Yogyakarta, KSL-UAJY sendiri memiliki kepanjangan Kelompok Study Linux – Universitas Atma Jaya Yogyakarta. Inilah komunitas yang pertama kali saya ikuti di bangku kuliah. Disini saya mulai mengenal apa itu Linux, mulai belajar bagaimana memakai Linux bersama rekan-rekan sesama mahasiswa TF-UAJY. Di tahun kedua saya di komunitas ini, saya menjabat sebagai koordinator-nya, dan berhasil mendapatkan domain ksl.uajy.ac.id dari kampus [satu satu-nya kelompok study di fakultas yang bisa mendapatkan domain di bawah Universitas], serta berhasil mendapatkan kepercayaan kampus, untuk mengelola beberapa server di kampus. [Web Server, Mail Server, DNS Server]. Awalnya kami belum begitu paham bagaimana mengelola beberapa server tersebut, dan semuanya kami lakukan dengan learning by doing. Pertengahan tahun 2006, saya menyerahkan jabatan ini kepada penerus saya.
  2. IlmuKomputer.Com [2003]. Komunitas ini adalah komunitas yang telah banyak membantu perkembangan diri saya, disini saya bertemu dengan banyak orang-orang hebat, yang telah memberikan banyak pengalaman hidup maupun tambahan pengetahuan. Tercatat nama-nama besar seperti Romi Satria Wahono [founder IlmuKomputer.Com], M. Choirul Amri [co founder + MVP SQL Server], Slamet Riyanto [jagoan photoshop yang telah menelurkan 7 buah buku], Luri Darmawan [Aktifis Open Source], Anton Picano [Mobile-8] dkk. Waktu bergabung dengan komunitas ini, saya belum tahu apa-apa, saya paling muda dan paling ‘bego’ waktu itu. Jabatan saya pertama kali di komunitas ini adalah “Bidang Distribusi CD”, ya sebuah jabatan yang tidak memerlukan kemampuan teknis. Dengan berjalan-nya waktu, saya mulai diberi kepercayaan untuk membantu mengelola server IK.C, nah kepercayaan dan kesempatan seperti inilah yang saya gunakan untuk learning by doing. Di IlmuKomputer.Com setiap pengurus wajib membuat tulisan, tulisan saya pertama waktu itu adalah Pengantar Algoritma dan Pemrograman [2003] yang kemudian dilanjutkan dengan tullisan-tulisan lain yang daftarnya bisa dilihat DISINI.
    Komunitas ini juga memberikan saya banyak kesempatan untuk mulai menggali potensi-potensi yang saya miliki, dan mas Romi, mas Choirul serta rekan-rekan yang lain, selalu saja memberikan kesempatan-kesempatan itu. Setelah Brainmatics berdiri saya diberi kesempatan lagi untuk mengajar disana, nah disinilah saya mulai mengasah kemampuan saya untuk menjadi seorang trainer. Ya, kadang-kadang saya juga tidak merasa “pe-de” dengan kemampuan saya yang masih “cupu” kok sudah mengajar, tetapi mas Romi selalu saja membesarkan hati saya untuk tidak menyerah sebelum mencoba, dan nothing to lose. Alhamdulilah, setelah beberapa kali mengajar, saya malah mendapatkan kesempatan untuk mengajar juga di tempat lain.
  3. KPLI Jogja [2004]. Komunitas ini adalah komunitas Kelompok Pengguna Linux Indonesia yang ada di Jogjakarta. Setiap minggu kita berkumpul di suatu tempat [kebanyakan di KPTU-UGM] untuk berbagi pengalaman, ataupun bertukar pikiran tentang Linux. Saya belajar banyak dari komunitas ini, disini saya sempat juga menjabat sebagai pengurus di bidang Kerjasama KPLI-Jogja. Mas Iyan, Mas Dedi, Mas Iwan, Kang Jaya, om Willy dkk, merupakan teman belajar yang mengasyikan, kadang ketika saya butuh untuk belajar sesuatu, mereka tidak segan-segan untuk membantu.
  4. Microsoft Student Ambasador [2005]. Awalnya saya sempat ragu-ragu untuk bergabung dengan komunitas ini, ya sebelumnya saya adalah aktifis Open Source, tapi kok malah jadi Microsoft Student Ambasador?. Nah ketika tawaran itu datang, saya sempat mendiskusikan terlebih dahulu dengan mas Romi dan mas Choirul [MVP SQL Server]. Yang jelas saya ingat waktu itu adalah kata-kata “platform bukanlah agama yang harus dibela sampai mati“, mas Choirul juga bercerita, dimana sebelum dia jadi MVP, beliau juga sering menulis tentang Linux [list tulisan beliau bisa dilihat DISINI]. Mas Romi juga sempat mengatakan “belum saat-nya kamu memilih, kini saatnya kamu belajar”. Nah, akhirnya saya terima kesempatan tersebut untuk belajar tentang teknologi Microsoft. Di komunitas ini saya banyak mendapatkan resources untuk belajar tentang Microsoft Technology beserta belajar untuk berinteraksi dengan rekan-rekan lain sesama MSA. Di komunitas ini, saya mendapatkan semua lisensi software dari Microsoft lewat MSDN Subscription, resources belajar [buku, CD/DVD], training gratis, voucher ujian sertifikasi gratis dan juga mendapatkan kesempatan untuk memberikan training ke mahasiswa yang lain. Disini, saya juga banyak mengenal ataupun dikenal oleh anggota komunitas Microsoft Technology.
  5. Microsoft Student Partners [2007]. Komunitas ini adalah kelanjutan dari MSA diatas, jika MSA hanya diakui oleh Microsoft Indonesia, maka MSP [Microsoft Student Partners] ini diakui secara global. Ada sekitar 1500 MSP di seluruh dunia dan 52 MSP di Indonesia. Fasilitas yang kami dapatkan-pun juga hampir sama, dengan tambahan beberapa resources belajar lain. Beberapa teman jebolan MSA ataupun MSP ada yang bekerja di Microsoft Indonesia [Narenda, Fuady], ada juga yang menjadi MVP [Ronald, Andrian Godong, Narenda]. O, iya MSA dan MVP dahulu-nya dikelola oleh Zeddy Iskandar, beruntung sekali kami bisa bekerjasama dengan beliau, seorang pemimpin sekaligus seorang kakak bagi kami semua.

Selain komunitas diatas, saya juga bergabung dengan komunitas-komunitas yang lain: JUG-Indonesia, INDC, Technomedia, ID-Ubuntu, ID-GMail, CahAndong, JakartaClimbing, dsb. Intinya, buat rekan-rekan yang lain [terutama yang masih mahasiswa], saya sangat menganjurkan sekali kepada anda bergabung dengan komunitas. Pilihlah komunitas pada bidang yang anda sukai, dan saya yakin akan banyak hal yang akan anda dapatkan dan mungkin tidak akan anda dapatkan jika anda hanya “hidup di kampus” saja. Jika ada kesempatan untuk belajar something ambil saja, karena jika anda masih kuliah, belum saat-nya anda memilih, kini saatnya anda untuk belajar. Nah, bagi yang sudah malang-melintang di komunitas, mungkin bisa share disini, untuk memberikan tambahan semangat bagi rekan-rekan lain, yang mungkin belum menemukan komunitas-nya.

Tags: , , , ,

Category: Tips

About the Author ()

Comments (26)

Trackback URL | Comments RSS Feed

  1. O, iya saya juga menggunakan plurk sebagai sarana untuk belajar bahasa inggris, dan senang sekali banyak rekan-rekan yang membantu saya.
    *lirik ke mas Amal, om Hasant, simbok Venus, om Adi dsb.*

  2. Ronggo says:

    banyak teman ya mas

  3. sufehmi says:

    Wah memang pak Romi cocok sekali nih sebagai “begawan IT” Indonesia, bijak sekali :)
    belum saat-nya kamu memilih, kini saatnya kamu belajar, mantap betul.
    .
    Benar sekali, dalam IT itu tidak cuma dibutuhkan skill, namun juga kadangkala wawasan juga amat terlebih penting lagi. Ini bisa didapatkan dari pengalaman, pergaulan di komunitas, dan pikiran yang terbuka.
    .
    Saya sendiri berstatus MCSA -Microsoft Certified System Administrator :D
    Termasuk salah satu accomplishment saya adalah membasmi wabah virus Nimda di jaringan MAN (Metropolitan Area Network) nya Birmingham City Council, dengan total komputer sekitar 10000 buah (ketika para sysadmin Windows lainnya yang lebih senior sudah siap menyerah pada situasi tsb)
    .
    Skill saya di berbagai produk Microsoft ini ternyata terus bermanfaat bahkan ketika status saya saat ini adalah konsultan & advokat Open Source. Saya jadi tahu & paham situasi dan masalah-masalah yang dialami oleh institusi yang berusaha pindah ke solusi berbasis Open Source. Sehingga kemudian saya bisa memberikan solusi yang tepat dengan kebutuhan mereka.
    Tidak jarang mereka terkejut, ini konsultan Open Source, tapi kok lebih paham tentang produk Microsoft daripada mereka ? Hehe… :)
    .
    Jadi, maju terus mas. Namanya ilmu itu insyaAllah akan selalu bermanfaat, apalagi jika dituliskan, disebarkan, dan digunakan untuk tujuan-tujuan yang baik.
    .
    Thanks.

  4. Adi Wahyu says:

    Tulisan yang inspiratif. Selama ini para mahasiswa sulit dimotivasi dan ada kecenderungan menyenangi kegiatan yang hura-hura (pengamatan pribadi dan blm berdasarkan penelitian). Izin agar tulisan ini bisa saya sebarkan, semoga semakin banyak yang merasakan manfaat ilmu dan mengembangkan diri melalui komunitas.

    Terima kasih mas Alex..

  5. panji says:

    Halo Lex aku mo nanya klo mo upload photo2 galery di jakarta climbing buka apa ya?/??

  6. amma says:

    wah..banyak komunitasnya yah lex..:)..tapi jangan cuma ilmu aja yang diserap loh..

    sebuah komunitas bisa jadi ajang kita untuk saling mengenal. mengerti, memahami dan menghargai orang lain. bukan cuma share ilmu..tapi kita juga belajar bagaimana berhadapan dengan orang yang mempunyai banyak sikap dan keinginan.

    tetap semangat :)

  7. IMW says:

    Saya agak beda, mahasiswa harus bisa melihat “dasar teknologi” bukan produk teknologi. Saat jadi mahasiswa adalah saat bisa menjadi radikal dan kommit, tanpa harus “mendua” akibat tekanan periuk nasi.

    Banyak developer di MS sendiri ketika kuliah tidak pernah belajar platform MS ka ka ka ka kaa

  8. adi wahyu says:

    Lex,.. komen yang kedua dihapus aja :-D sorry kirain gak masuk soalnya tadi baca lewat HP ;;-)

  9. @Ronggo,
    Yang pasti sih, akan lebih banyak kenal/dikenal sama orang :)

    @sufehmi,
    yup, beliau sangat bijak sekali memahami situasi, dan saya sering berkonsultasi dengan beliau sebelum mengambil keputusan.
    BTW, ya saya setuju sekali “kepuasan otak” dan kepuasan batin itu terlepas dari platform, mau linux, mau windows, mau sun, mau mac, atau yang lain-nya, asal semua itu bisa mengembangkan diri kita, kenapa tidak? apalagi kalau kita bisa share apa yang kita tahu dengan rekan-rekan lain-nya.

    @Adi Wahyu,
    Silahkan saja mas, tentu saya akan senang sekali kalau bisa berbagi dengan rekan yang lain.
    BTW, sama seperti pengamatan saya, entah kenapa kebanyakan mahasiswa [yang saya kenal], lebih suka dugem, pergi ke mall dsb, daripada mencoba membuka diri dan wawasan ke komunitas yang ada.

    @panji,
    By email aja yah.

    @amma,
    Yup, terima kasih atas tambahan-nya :-)

    @IMW,
    Yup, setuju sekali mas, dasar itu penting banget. Untuk bisa kerja di Microsoft Redmond, cukup dengan C/C++. Dan tentunya harus deep banget. So, kalau para pembaca adalah jagoan C/C++ jangan ragu untuk apply di Microsoft ataupun perusahaan besar lain-nya. C/C++ still the best programming language. CMIIW

    @adi wahyu,
    Yup, sudah saya hapus mas :-)

  10. ario saja says:

    waduh pengalamane uuuakeh boz… hebat !!

  11. Mbilung says:

    saya ingat, dirimu orang pertama di CahAndong yang saya temui.

  12. herdianto says:

    banyak juga pengalamannya

  13. @ario dan @herdianto,
    belum seberapa mas, masih butuh mencari banyak pengalaman lagi.

    @Mbilung,
    Beneran pakde? bukan-nya kita dulu ketemu waktu kita kopdar rame-rame gitu ya?

  14. memeth meong says:

    dan saya ingat, kamu mentraktir aku (dan gun dan -aduh sapa tiba2 lupa-) sarapan di depan panti rapih… :mrgreen:

  15. @memeth meong,
    Waktu mau ke Boko itu yah?
    *kalau nggak salah inget*

  16. mca says:

    Lex,

    domain ku udah update ke http://choirulamri.org
    please refer to this onward :)

  17. @mca,
    Yup, udah ke update om :-)

  18. hamidzul says:

    setuju mas tentang pentingnya komunitas. Mohon infonya dong, komunitas spesifik mana/apa ya yang bisa bantu kita memperlancar bahasa Inggris (aspek penulisan)?

  19. @hamidzul,
    Anda bisa bergabung dengan mailing list ini: id-en

  20. yadisyahid says:

    ya saya sepakat dengan alex, bahwa ketika menjadi mahasiswa tidak hanya mengenal dunia kampus tapi juga dunia pergerakan diluar kampus, komunitas adalah dunia pergerakan yang sangat efektif untuk kita membangun jaringan dan menambah wawasan. Saya juga merasakan yang serupa dengan bergabung didunia komunitas. Alhamdulillah hasilnya bukan berupa materiil tapi immateriil yang tak terhitung nilainya.

    salam perjuangan

  21. @yadisyahid,
    Buat pembaca, mas Yadi Syahid ini juga salah satu rekan saya di IlmuKomputer.Com, dan saya banyak juga belajar dari beliau :-)

  22. f4b3r says:

    Waduh kalau dengar semua ini…
    saya jadi terharu…
    saya tidak terlalu melibatkan diri ke dunia komunitas…
    saya terlalu personal diri aja…
    pada akhir kuliah gini jadi bingung mau kemana…
    sekarang harus belajar masuk ke komunitas lagi, mulai berbagi dari semua yang telah di dapat…
    walaupun dengan komunitas online…
    yang penting ada niat…
    pasti ada aja…
    there’s a will, there’s a way…

    Dukung aku ya teman-teman

  23. adi says:

    wahhh mas alex,..pengalamannya banyak skali…ak jadi terinspirasi sama pengalaman-pengalaman mu bang,…..hehehe….ak jga mahsiswa TF UAJY angkatan 2006,…tapi Ga pnah “hidup dalam organisasi”…..skarang ak mau nyari komunitas sesama jurusa teknik informatika tapi bingung, nyainya kmana???hehehehe…..ak salut sama mas …..N thnks juga atas inspirasinya….n kata-kata motivatornya :
    “jika anda masih kuliah, belum saat-nya anda memilih, kini saatnya anda untuk belajar….”
    hehehhe….

Leave a Reply