Cerita Satu Tahun Lalu [1]
Hari ini, genap satu tahun gempa bumi dasyat yang mengguncang kota Jogjakarta. Saya masih ingat betul, bagaimana dasyat-nya gempa tersebut, karena waktu itu saya sudah bangun dan sedang menyapu kamar pribadi saya. Ketika saya sedang asyik menyapu, kurang lebih pukul 06.00 WIB saya mendengar ada suara dari atap rumah, awal-nya saya kira itu suara tikus, yang sedang berlarian, tapi tiba-tiba saja suara tersebut semakin keras, dan kaki saya merasakan getaran dasyat, langsung saja refleks saya berteriak “GEMPA!!!!” yang bersamaan dengan teriakan warga lain, dan saat saya sampai diluar rumah, semua warga sudah berhamburan keluar, berada ditengah jalan kampung.
Setelah gempa reda, kami melihat ke-arah gunung merapi, karena waktu itu terlihat “wedhus gembel” yang sangat besar, dan seperti kejadian meletus-nya gunung merapi tahun 1994 yang lalu. Karena rasa penasaran, akhirnya saya pergi ke-tempat yang lebih terbuka, agar dapat melihat aktifitas gunung Merapi secara lebih jelas. Sesampai-nya di tempat tersebut, awan panas sudah tidak terlihat lagi, dan gunung Merapi terlihat normal. Setelah menunggu beberapa saat, akhirnya saya putuskan untuk pulang, karena pada hari tersebut, saya harus menempuh Ujian Akhir Semester.
Alahkah kaget-nya ketika sampai dirumah, orang-orang panik dan saya tidak tahu apa yang menyebabkan mereka panik, belum hilang rasa kaget itu, tiba-tiba datang dua orang warga yang berboncengan motor, dan menangis sambil dia berkata “Air sudah sampai Kentungan”, yang menyebabkan warga lain juga panik. “Air apa?” itu yang ada dalam benak saya, Ya, karena saya tadi sempat meninggalkan kampung, sehingga saya tidak tahu apa yang terjadi.
Akhirnya, saya tahu apa yang menyebabkan kepanikan tersebut, Ya, isu Tsunami yang telah sampai Kentungan [Jalan Kaliurang KM 5] telah membuat warga kampung dimana saya tinggal [Jalan Kaliurang KM 17.5] ketakutan, bahkan saya sempat percaya isu ini, karena memang saat itu listrik padam, sehingga kami tidak bisa mendapatkan informasi yang jelas, bahkan saat itu saya sudah berfikir inilah hari kiamat!. [gunung meletus, dan laut meluap sampai merendam seluruh JOGJA].
Ya, saat itu saya sudah pasrah, saya bahkan sudah siap untuk mati hari itu. Untunglah, keluarga saya ada yang ingat, bahwa di mobil masih ada radio. Setelah radio dinyalakan, akhirnya kami mendapatkan kabar sebenar-nya, bahwa isu Tsunami tersebut tidaklah benar. Setelah mendengar berita ini, warga bisa tenang lagi dan mulai bisa berfikir jernih.
Karena saya ingat, kalau hari itu pada pukul 11.00 WIB ada ujian yang harus saya ikuti, maka saya mencoba menghubungi kampus lewat telephone, untuk menanyakan masalah ujian ini, tetapi karena tidak ada yang mengangkat, akhirnya saya mandi dan berangkat ke kampus. Waktu itu, saya juga belum tahu seberapa parah dampak gempa yang telah terjadi.
Sampai dikampus, suasana lenggang sekali, tampak kerusakan lumayan parah dibeberapa sudut bangunan. Disana saya bertemu dengan beberapa dosen saya, dan bercerita tentang pengalaman pribadi di hari itu. Waktu itu-pun kami belum mendapatkan berita tentang gempa ini, karena listrik saat itu masih mati. Akhirnya karena kerusakan bangunan cukup parah, maka Pembantu Dekan I memutuskan bahwa ujian diundur sampai batas waktu yang belum ditentukan.
Sampai disini dulu, bagian pertama dari Cerita Satu Tahun Lalu, dalam rangka memperingati satu tahun gempa Jogjakarta [27 Mei 2006] ini. Tunggu saja cerita sambungan-nya. So, stay tune here.
Category: Kritik Sosial, Review, Sosial











wha..wah…ternyata banyak yang punya cerita seputaran hari naas itu….
saya malah bingung mo posting cerita yang mana?!
keluarga aman to kang waktu hari itu?
lho malah sempet ngurus ujian to lex?
wah….. isu tsunami itu emang ada sih kata na, kebetulan saya waktu itu jd sukarelawan dari jakarta,saya tau dari bapak2 tempat saya photo copy selebaran. dia blng bahwa tsunami sudah dtng lalu mereka sekeluarga langsung lari hingga anak2nya terjatuh…. bnr2 ga berperikemanusiaan yg nyebarin isu tsunami itu… tp ko ada ya yg masih sempet mikirin ujian hahhahahah…. becanda hehehehe…. mudah2an itu bs jd pengalaman kita….. aminnn
hiya…masih sempet ngurusi ujian yak? hehehee
kalo aernya sampe kentungan, berarti rumahku udah jadi cendol
*membaca dengan menahan air mata tapi bisa tersenyum*
*stay tune..*
menunggu cerita berikutnya
isu tsunami itu yang bikin geregetan…sempet2nya buat isu kayak gitu…
Mas Didit,
Lah, tadi aku baca puisi di blogmu lo kang. btw, Alhamdulilah, keluarga tidak ada yang terkena “dampak” gempa tersebut.
Mas Adi [thestoopid] dan Mas Arya,
Ya, karena waktu itu saya belum tahu dampak gempa itu, dan berfikir ujian tetap akan dilaksanakan, eh ternyata sampai kampus, bangunan kampus rusak lumayan parah.
Mas Lurai,Mas Anto dan Mbak Moniq [chocoluv],
Yup, memang kurang ajar sekali orang yang hembuskan isu tsunami ini, menurut kabar sih, isu ini sengaja dibuat untuk memuluskan aksi penjarahan. Setelah orang-orang lari, mereka kemudian menjarah barang-barang yang ditinggalkan para pemilik-nya. Aneh-nya dampak isu ini bisa sampai Pakem [jalan Kaliurang KM 17.5], dimana kita tahu daerah Pakem merupakan daerah yang cukup tinggi. Jika air sudah sampai Pakem, mungkin kota JOGJA dah hilang.
Mas Zam,
Hhhmm… tersenyum karena isu Tsunami itu ya kang?
Mas Sam [mysyam],
Semoga lanjutan-nya bisa saya tulis malam ini
waduwww…
panjag amat yah? hehheu..
pkoknya mah, JOGJA BANGKIT!! salam knal…
Lex’.. masih ada seasons 2 ya ceritanya? ria tunggu cerita lanjutannya..
menunggu lanjutannya aj deh…
ada kabar katanya di Bandung mo ada gempa juga
semoga itu cuma hoax.
aku sedih dan serem kalau denger bencana gitu..
)
moga2 gak kejadian lagi…
btw salam kenal juga yah..!! (dirimu yang meng-add daku di ym kan?
#flashback
#memory recall
wogh..wes puanjang pun masih ada lanjutane?
Mbak Uthie,
Salam kenal juga
Mbak Ria, Mas Eko dan Mbak Cya,
Yup, ditunggu yah seasons 2-nya keluar
Mbak Nisa,
HOAX kali yah. btw, setiap orang pasti sedih lah kalau ada bencana yang datang, dan tentu kita semua berharap tidak ada lagi bencana di negara kita tercinta ini.
O, iya salam kenal juga
wah yg paling seru tuh waktu ngeliat jalan sekitar rumah sakit pada macet….
semoga kehidupan kita lebih bae lagi di tahun yg akan datang
yogya berlinang air mata setahun lalu..
Bangkitkan Jogja…!!!
kalo aku malah ngirain suara kucing lagi brantem…
wadu.. semua pada cerita gempa.. sory ga sempet refleksi karena saya sndiri juga persiapan pendadaran pada tanggal tersebut. BTW waktu tsunami Q juga ngabur
aku percaya dengan adanya kiamat, walau begitu aku gak bisa menjadi orang yang lebih baik lagi. Kenapa manusia selalu munafik. Padahal dia tahu apa yang akan menantinya ……..
Gempa,,,27 mei 2007
dah setahun lalu ya,,,
aku masih dijogja,,,
lari2 kayak dikejar tsunami beneran,,
aku senasib kayak km masih mikirin TA ku
yang aku bawa pergi dari rumah saat isu tsunami adalah TA ku dan anjingku,,,
gila,,,takut benerr,,,,,
Gila!!!!!!!! serem banget. Untung aku ada di bandung jadi aku jauh dari tsunami
waktu aku ngeliat di TV aku deg-degan banget karena besar buangeeeet air lautnya!!!
itulah kebesaran tuhan!!
Asyik ne qt komentar tapi juga dapat balesan dari Mz. ALEX.
Lam kenal yo mas…saking kulo tiyang Purbalingga,Banyumas,JAWA TENGAH
Mas kai, mbak amma, mas leo, mas aad, mas agung, mbak nadia dan mas ghani,
Yup, bencana memang datang tiba2 dan kita hanya bisa pasrah di hadapan-Nya, saya sampai saat ini juga masih trauma lho, sungguh gempa terbesar yang pernah saya rasakan sampai saat ini.
Ayo JOGJA Bangkit!
mas/mbak eimya,
Saya juga percaya semua yang bernyawa pasti akan mati
mas/mbak chy_x,
Sebisa mungkin komentar yang ada akan saya balas, tapi maaf jika ada komentar2 lain yang kelewatan saya balas
btw, salam kenal juga yah.
lya saya jg bngung
ingat pulau jawa akan tenggelam pelan – pelan ,,……….
kiamat itu hak allah dan pasti datang cuma kita nda tau kapan.
subhanallah walhamdulillah walailla haillallah wawlahuakbar…..gempa dimana2….kiamat sudah dekatkah???????!!!!! ya..RABB…jadikanlah kami orang2 yang beriman dan tetap di jalan-MU….AMIIIIIIINNNNN…….
salam kenal,aku tunggu cerita selanjutnya