Linux Itu Susah Ya?

Linux itu susah yah? ribet banget nih“. Ya, tiga hari lalu [Sabtu, 12 January 2008] saya mendapatkan komplain [lagi] seperti diatas, dari seorang karyawan sebuah instansi yang migrasi ke Linux. “Loh, bagaimana cerita-nya Lex?“. Nah, begini ceritanya: beberapa minggu yang lalu, saya bertemu dengan pemilik sebuah UKM, dia bercerita tentang usaha-nya, dan meminta bantuan saya untuk membuat sebuah aplikasi “kecil” untuk perusahaan tersebut.

Nah, ketika saya datang ke kantornya, saya lihat komputer disana memakai sistem operasi Windows. Setelah basa-basi sejenak kemudian saya tanyakan ke dia, masalah lisensi software yang dia pakai, dari jawaban-nya, ternyata dia tidak paham masalah lisensi software. Perangkat lunak baik sistem operasi, dan aplikasi tersebut sudah terpasang ketika dia membeli komputer.

Perbincangan berlanjut ke masalah lisensi software, resiko memakai software bajakan, sampai harga OS Windows dan MS Office. O, iya untuk kegiatan sehari-hari kantor tersebut hanya memakai MS Excel dan MS Word. Nah, akhirnya dia tertarik untuk memakai software legal, karena waktu dia membeli komputer belum paham tentang aspek legalitas software. Selanjutnya saya berikan solusi ke dia, untuk membeli lisensi MS XP Home Edition + MS Office 2003 yang diberandol kurang lebih Rp. 2.500.000,- untuk setiap unit-nya atau memakai Linux + OpenOffice yang tidak perlu mengeluarkan uang untuk lisensi, tapi perlu untuk mengadakan training untuk para karyawan-nya.

Pada hari tersebut, dia belum bisa memberikan keputusan, dan akan memberi tahu saya secepat-nya. Nah, hari jum’at [11 January 2008] kemarin, dia memberi tahu saya bahwa dia memilih opsi Linux + OpenOffice dan meminta saya datang esok harinya. Ke-esokan hari-nya saya datang dengan membawa CD Ubuntu Linux+DVD Repository [ya, karena di kantor tersebut, belum terhubung ke Internet]. Karena data-data kantor sudah di backup, langsung saja saya install Ubuntu di tiap komputer yang ada disana.

Setelah installasi selesai, kemudian saya mengajari karyawan yang ada disana, bagaimana menggunakan Linux dan OpenOffice. Saya lihat mereka tidak begitu kesulitan ketika memakai “lingkungan baru” dalam bekerja. Nah, karena sudah sore dan kebetulan saya ada acara lain, maka saya pamit pulang duluan. Nah, ketika sedang di jalan saya mendapatkan “telephone” dari salah seorang karyawan yang ada disana, dan kami terlibat perbincangan kurang lebih seperti dibawah ini:
YY: Lex, kok susah banget sih linux ini?
Me: Susah-nya dimana mbak?
YY: Ya, aku biasa pakai windows jadi bingung nih pakai linux.
Me: Ya, sama seperti saya dulu kok, saya juga nggak langsung bisa pakai linux, dan perlu belajar bagaimana menggunakan-nya. Saya yakin, nanti mbak lama-lama akan terbiasa.
YY: Iya, tapi kan saya sudah biasa pakai windows, males lagi belajar linux.
Me: Doh, kalau sudah males pasti susah mbak, tapi kalau mbak mau belajar pasti lama-lama bisa. Cuma butuh pembiasaan saja.
YY: Ya, tapi kan nggak semudah memakai windows?
Me: Mudah-nya kan relatif mbak, karena mbak sudah terbiasa memakai windows jadi mbak bilang windows itu mudah, tapi ada juga lho yang bilang windows itu susah.
dst….

Nah, akhirnya kemarin [Senin, 14 January 2008] saya main ke Rumah karyawan yang menelpon saya tersebut. Entah kenapa setelah bertemu muka, dia lebih “lunak” dan hanya meminta saya untuk menambahkan beberapa program yang dia butuhkan untuk bekerja. “Terus windows-nya gimana mbak?” begitu pertanyaan saya, dan dia hanya menjawab dengan cubitan. Hihihi, hari gini kesusahan pakai linux?

22 Comments

  1. rendy:

    si mbaknya juga tau lex, kalo situ h…..m…..k

  2. agung:

    adegan di atas tidak d dramatisir to lex ;p

  3. ojat:

    cubitannya sakit ndak mas ? :P heehhe linux itu susah kalo ga dipake, ya tho :D

  4. Riky Kurniawan:

    Hlo…SA M$ koq ngajak migrasi ke Linux

    hahahha

  5. Freddy Hernawan:

    :) pengalaman yang menarik :)

  6. galih:

    cubitan? aih aih… :mrgreen:

  7. achedy:

    Kalau ceritanya seperti itu, jadi rajin ngajarin linux Lex :D

  8. Alex Budiyanto:

    @rendy,
    *injek2 Rendy*

    @agung,
    Lah, itu malah ada beberapa adegan kejadian yang di sensor :-p
    *halah*

    @ojat,
    Hihihi, Kok saya malah jadi pengen di-cubit lagi yah?
    btw, Ya, mungkin dia “shock” ketika melihat Linux, ya memang sesuatu yang baru kan butuh pembiasaan. CMIIW

    @Riky Kurniawan,
    Eh, saya kan cuma memberikan saran mana yang harus diambil, mau pakai MS Product atau FOSS yang penting kan legal. Kebetulan saja beliau memilih FOSS.
    Untuk MSA [sekarang namanya jadi MSP], bukanlah sesuatu yang harus saya pertimbangkan ketika memberikan solusi ke orang lain.

    @Freddy Hernawan,
    Yup :-)

    @galih
    Mau dapat cubitan juga? sini gih :-p

    @achedy,
    Ya, kadang-kadang ada hal yang menyenangkan seperti diatas, walaupun ada juga yang harus “berdarah-darah” *halah*.

  9. Dedhi:

    Lho katanya install di kantor, kok maen ke rumah? Ini maenin komputernya atau karyawannya nih =) ?

  10. Adham Somantrie:

    susah ya? pake Mac aja ;) wakkakaakka…

  11. teguh:

    memang bikin susah kok ,susananya bikin badan ndak enak! langsung enak kalau habis dipikit, apalagi kalau yang mijit apel – apel manis dan cantik. :)
    lho ini bahas apa sih……!
    linux [red-pegel linux] tho!!!

    betewai
    justru linux mengasikkan, kalau udah menemukan keasyikan linux bakalan kena penyakit pegel linux deh
    eeeee…. salah!
    pegel linu maksudku

  12. suprie:

    Linux, it’s just works™

  13. aad:

    Cerita diatas hanya fiktif belaka . Jika ada kesamaan nama dan tempat kejadian hanya merupakan kebetulan yang disengaja demi kepentingan tertentu (penulis-red).

    *kaburrrrrrrrr*

  14. Si Mbak:

    Lex gimana sih?
    linux sih udah oke, tapi kok wolpeper saya wajah kamu semua?

  15. Alex Budiyanto:

    @Dedhi,
    Ya namanya juga sekalian silaturahmi :-)

    @Adham Somantri,
    Mbak-nya, “Doh, MAC ternyata juga susah yah?”.

    @Teguh,
    Hihihi, sudah jadi “korban” pegel linux mas?

    @suprie,
    ™ baru nih?

    @aad,
    o, pantes kok tadi ke filter sama akismet. Ternyata memang sepam to?
    *kejar aad pake pesawat jet*

    @Si Mbak,
    Loh, gimana sih mbak-nya ini? bukannya kemarin yang minta mbak-nya? inget kan kemarin bilang, kalau mbak akan lebih mudah belajar linux dengan wolpeper wajah saya?

  16. nico:

    Ada balap pasang Linux From Scratch g ya Pak?

    *pake PC jebot!! :D

  17. willmen46:

    hmm coba lah maka akan tau rasa na…
    try before it..maka akan tau hasil na
    klo ngk salah sech gitu :P
    mencoba pertama kali memang susah
    tapi sesudah na akan ketahuan
    hmm apa na y yg ketahuan
    wakkakakk

  18. udienz:

    hihihi…
    ternyata metodenya gini tuk nggaet si mbak… sip dah…

  19. -tikabanget-:

    ah, sayah tetep cinta mek o es…

  20. dedy hartarto:

    wah ada yang punya DVD repositorynya ubuntu..mita dong om…sekalian diajarin lagi ubuntu ;p

  21. Rio:

    Klo instal printer LQ-2180 di ubuntu bagaimana ya?

  22. dhek galih:

    tolong donk saya pengen bgt kursus on line linux

    ada referensi g?

Leave a comment