Microsoft WorldWide Telescope

| July 3, 2008 | 15 Comments

WorldWide-Telescope

Kemarin pagi, karena training Sharepoint di Iverson diundur sehabis makan siang, akhirnya saya main ke kantor Microsoft Indonesia. Tujuan awalnya sih, cuma mau ambil kaos dan main bilyard disana. Eh, ketika sedang ngobrol dengan Fuady [MIC-UI] yang sedang magang disana, saya dikenalkan dengan Bapak Tony Seno [National Technology Officer - Microsoft Indonesia]. Nah, setelah berkenalan, beliau mendemokan sebuah perangkat lunak yang bernama WWT [WorldWide Telescope]. Nah, apa itu WWT? dan apa kelebihan-nya? Yuuk kita bahas dibawah ini.

Dari nama-nya tentu anda sudah bisa menduga apa kegunaan perangkat lunak ini, ya WWT [WorldWide Telescope] adalah sebuah perangkat lunak yang mensimulasikan penggunaan telescope atau disebut juga dengan virtual telescope. Dengan perangkat lunak  yang dibuat dengan Microsoft® high performance Visual Experience Engine™ ini, anda bisa menjelajahi alam semesta, seperti anda menggunakan telescope secara langsung. Indah-nya nebula, gugusan benda-benda langit yang membentuk rasi bintang, indah-nya planet mars beserta beberapa foto yang diambil dari robot penjelajah, indah-nya benda-benda langit lain-nya, dan detail jalan di planet Bumi, bisa anda nikmati langsung setelah anda meng-install perangkat lunak ini.

Dengan teknologi Microsoft® high performance Visual Experience Engine™ ini, me-mungkinkan kita bisa melakukan zooming terhadap objek beserta lingkungan-nya, dan melihat objek dengan berbagai jenis panjang gelombang. Jadi, misalnya saja kita ingin melihat sebuah benda di angkasa di malam hari, maka untuk melihat lebih jelas, kita bisa menggunakan penglihatan sinar x. Selain penglihatan sinar-x, kita bisa memilih beberapa jenis penglihatan lain-nya yang sudah disediakan.

Software yang juga sempat di demokan Bill Gates waktu berkunjung ke Indonesia ini, juga menyediakan beberapa tour yang dipandu oleh para ahli astronomi kelas dunia. Saya pikir filtur tersebut sangat membantu bagi para pemula seperti saya ini, untuk lebih mengenal fonemena alam semesta. Selain itu, kita bisa membuat tour sendiri, yang bisa kita share ke orang lain. O, iya jika anda adalah orang tua yang ingin memperkenalkan alam semesta ini kepada putra-putri anda, saya rasa software ini akan sangat membantu sekali.

Akhirnya, jika anda ingin belajar tentang astronomi, ataupun hanya sekedar melihat indah-nya alam semesta, perangkat lunak gratis ini patut dijadikan acuan. Untuk tahu lebih banyak tentang produk ini silahkan saja klik DISINI. Oh, hampir kelupaan, menurut kabar yang saya terima, perangkat lunak ini nantinya akan dipasang di TMII dan Boscha. Satu pertanyaan buat para pembaca, dengan banyak-nya benda langit di alam semesta ini, apakah anda percaya kalau ada kehidupan lain di luar planet Bumi?

Category: Microsoft, Review, Software Enginering

About the Author ()

Comments (15)

Trackback URL | Comments RSS Feed

  1. menarik, hanya untuk windows? vista?

  2. Yup, hanya untuk Windows, tapi tidak harus vista. CMIIW

  3. nggieng says:

    tanpa bermaksud jadi nyinyir, tapi WWT itu adalah contoh mikocok ingin menguasai dunia, karena jauh sebelum WWT itu sudah ada yang namanya Stellarium, dan itu jauh lebih powerful, lebih irit sumber daya alih2 WWT, gratis pun, dan yang paling penting OS independen. Bisa dilihat di http://www.stellarium.org/

    Bahkan Stellarium itu didukung oleh pakar-pakar astronomi yang tergabung dalam ESO, (European Southern Observatory), bisa dilihat di: http://archive.eso.org/cms/tools-documentation/visual-archive-browser.

    jadi WWT paling keren? hardly .. apalagi utk pencerdasan kehidupan bangsa? mikocok dependency, sudah pasti! stellarium bisa lebih mendidik, tetapi bukan berarti saya penggila stellarium, karena saya ga pake itu semua .. jd obyektif lho ..

  4. Praktek aplikasi “hanya untuk Windows” tidak akan meningkatkan penjualan Windows, coba seandainya Microsoft mau implement aplikasi ini ke OSX, pasti maknyus.

  5. jajang says:

    @3

    Kenapa sewot kalau Microsoft bikin WWT? :) Santai aja toh.

    Kalau memang Stellarium menurut kamu lebih bagus, ya silahkan pakai … Gitu aja kok repot. hehehehe …

    Gak ada paksaan dari Microsoft untuk menggunakan WWT.

    Google juga punya Virtual Telescope :)

    Menurut saya, semakin banyak alternatif semakin bagus karena akan memicu kompetisi yang pada akhirnya konsumen yang diuntungkan.

  6. @nggieng,
    Hhhm… jadi kalau ada sebuah vendor yang membuat sebuah software, dimana software tersebut telah ada sebelumnya itu termasuk ingin menguasai dunia ya?
    Ya, walaupun saya belum mencoba semua, menurut saya baik WWT, Stellarium, Virtual Telescope [google] dan produk-produk sejenis-nya punya kelebihan dan kekurangan masing-masing. Yang tentu-nya konsumenlah yang harus lebih cerdas untuk menentukan pilihan sendiri, berdasarkan platform ataupun kekangan budget yang ada.

    @Adham Somantrie,
    Dapat data riset darimana om?

    @jajang,
    Saya sepakat dengan anda.

  7. nggieng says:

    bwat semua yg ngomentarin saya, emang sih kalo konsumen yang sudah mampu sih ga masalah, terserah yang punya duit. tapi bwat kami2 yg kebetulan bergerak pada pendidikan astronomi untuk anak2 yg tidak mampu, make produk mahal itu bukanlah sebuah pilihan, bahkan google sky sekalipun butuh konexi internet, boro2 internet, anak2 di pinggiran majalaya aja ga pernah megang kompie.

    well, kita2 sih punya perspektif masing2, toh saya juga sepakat, ini hanyalah masalah pilihan, tetapi kemudian, pilihan itu untuk siapa? pisss ..

  8. ivie says:

    fiuhh rame nih disini. dapet link ini dari mbah wicak hehehe. Soal WWT.. mungkin jadi sebelnya karena setelah bill gates demo wwt di Indo n disiarin di TV banyak yg jadi lebih liat WWT sebagai the one yg hebat hahaha…. ini dari lapangan yg gue hadapi…

    dari perpektif n point of view gue. Ga ada yg salah dengan WWT. karena Google Sky, Red Shift, Stellarium and Virgo, WWT, Deep Sky Explorer etc semuanya memang ditujukan untuk publik mempelajari astronomi. Dan setau gue oogle Sky, Red Shift, Stellarium and Virgo, WWT merupakan bagian dari VAMP or Virtual Astronomy Multimedia Project.

    Masing-masing punya kelebihan dan kekurangn itu ga bisa dipungkiri.. namanya juga software.

    Tapi mungkin yg dimaksud oleh nggieng.. mengenai WWT itu khususnya untuk di indonesia. For personal user sih terserah masing2 orang…toh yg punya kompie kita sendiri. jd pake apapun silahkan aja.

    Setelah liat spesifikasi yg diminta… gue sebagai astronom komunikator yg bergerak memperkenalkan astronomi pada publik trutama di sekolah dll.. harus bilang.. spesifikasi yg diminta WWT terlalu tinggi untuk publik kita. Tidak semua kalangan mampu memenuhi spesifikasi yg diminta. plus kudu ada internet. Sedangkan untuk stellarium, kita bisa mempelajari langit lewat komputer tanpa harus ribet mikirin ada koneksi apa nggak.. ga harus juga mikirin ini ada di dunia antah berantah pedalaman mana yg kompienya kebetulan mungkin masih jauh dr spesifikasi minimal yg kita liat di kota2 besar.

    Yg penting ada komputer… spesifikasi dan OS ga ada permintaan khusus. Ini tentu memudahkan buat siapapun yg ingin belajar dan memilikinya. Again khususnya publik di Indonesia secara umum.. bukan publik penggila internet dan publik di kota2 besar.

    Kalo di luar negeri gue rasa masalah koneksi inet, spesifikasi komputer bukanlah yg utama. Disini kami masih berhadapan dengan sekolah yg komputernya aja jadul.. trus ada yg komputer pun ga ada.. bangunan udah hampir runtuh..

    So yg dibutuhkan adalah pendidikan dan pengenalan astronominya baik via software maupun secara langsung dibawah tenda planetarium mini yg sederhana. Yang dibutuhkan bukan sesuatu dengan tampilan wah dan spektakuler yg ge akui dimiliki oleh WWT.

    Tapi kalau bicara tampilan I must say WWT masih belum semenarik beberapa program yg ditampilkan saat demo software astro di Yunani tahun lalu.

    hal lain dari WWT yg gue belum begitu paham.. ini free software doank kan? Kalau stellarium tentunya merupakan open source yg bisa terus dikembangin bareng2 oleh seluruh komunitas. Contohnya adalah Stellarium Virgo. tapi again.. masing2 org tentunya punya perspektif yg berbeda dalam melihat segala sesuatu.

    gue sih jelas malas make WWT soalnya itu artinya gue kudu ganti PC gue yg walau udah bisa main sims 2 tapi ga bisa memenuhi standar minimal WWT. jah… or my powerbook n macbook yg juga masih belum memenuhi spesifikasi permintaan WWT. Tapi powerbook gue dgn prosesor cuma 400MHz itu mampu nge run stellarium dll.. n pc gue yg athlon 1600 ini masih sanggup ngerun stellarium. Ini cuma masukan aja kali yah… karena memperkenalkan WWT ke publik Indonesia itu tujuannya untuk siapa dan apa tujuan pencapaiannya? Karena kalau sekedar buat show.. silahkan aja. tp untuk proses pembelajaran di mana setiap org bisa pake… mungkin harus dipikirkan pemecahannya untuk kalangan selain kalangan yg mampu itu.

  9. ivie says:

    eh btw busway…. lupa memperkenalkan diri.. salam kenal mas Alex. nice review.

  10. Requiem says:

    http://www.worldwidetelescope.org/ kok ga bisa diakses ya? Flashnya mandeg di 99%. pake Firefox maupun IE sama aja

    btw, minimum requirementnya apa ya? baik itu hardware maupun OS (ato maybe software2 yg kudu ada sebelum install WWT). thx

  11. @nggieng,
    Yup, saya sepakat dengan anda bahwa ini sebuah pilihan. Jika memang sumber daya anda tidak mencukupi untuk menjalankan software ini, silahkan pakai sofware yang lain-nya.

    @ivie,
    Salam kenal juga mbak.
    Yup, sekarang tinggal kejelian kita untuk menentukan, software apa yang kita pilih yang sesuai dengan berbagai macam kekangan yang ada.
    btw WWT sendiri karena ini merupakan produk microsoft research, biasanya source code tersebut bisa didapatkan. CMIIW

    @Requiem,
    Hhhmm… saya kurang tahu apa masalahnya, tapi yang pasti saya bisa akses web tersebut tanpa ada masalah.
    btw, untuk requirement hardware pastinya, saya tidak tahu persis, tapi yang pasti untuk software-nya, hanya dibutuhkan sistem operasi windows baik XP maupun Vista.

  12. handy says:

    Saya sudah coba juga program ini, impresi pertama sih kayaknya bagus.. dan navigasinya keren..

    Sayangnya… ternyata yang ditampilkan cuman gambar, bukan hasil render 3D. Saya pernah install software yg mirip dengan support 3D, Worldwide telescope kalah jauh deh.. :p

  13. Robert says:

    mirip2 google earth yah… kalo ini utk space….

    canggih!!!

  14. Raga says:

    Mau tanya dong..komunitas/milis pengguna telescope ada ga yah? kasih tau dong…thanks

  15. Giva says:

    Wah.. makasi banget nih udah nulis artikel ini… hehe kebetulan lagi nyari program sejenis.. tapi nggak tau namanya… haha

Leave a Reply