Pengisian KRS @ TF-UAJY

| August 24, 2006 | 11 Comments

Perpustakaan UAJYDua hari kemarin (22-23 Agustus 2006) mahasiswa TF-UAJY (Teknik Informatika – Universitas Atma Jaya Yogyakarta) (dan tentu saja saya adalah salah satunya) melangsungkan pengisian KRS. Pengisian KRS ini menjadi salah satu hal yang sangat penting dalam Kuliah karena dari sini kami harus menentukan mata kuliah apa saja yang bisa diambil, dan tentu saja hal ini menjadi faktor penting penentu waktu kelulusan kami.

Beberapa hari sebelum KRS dilangsungkan kami mendapatkan jadwal mata kuliah yang ditawarkan pada semester ini, Kartu Hasil Studi Mahasiswa serta Daftar Nilai Prestasi Mahasiswa sampai semester terakhir. Dari dua daftar nilai inilah kita bisa melihat mata kuliah apa saya yang perlu diambil ataupun diulang.

Sebelum melakukan pengisian KRS ini tentu saja kami sudah membuat perencanaan sebelumnya dimana perencanaan tersebut disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing mahasiswa dan disesuaikan dengan jadwal mata kuliah yang ditawarkan. Tapi tentu saja dari daftar yang kami susun tidak ada yang menjamin bahwa kami mendapatkan semua mata kuliah tersebut dan hal inilah yang selalu menjadi masalah ketika kami melaksanakan KRS. Siapa yang dirugikan?? mungkin semua pihak yang dirugikan baik Universitas maupun Mahasiswa tapi siapa yang paling dirugikan?? Kita akan mencoba mencari tahu lewat tulisan dibawah ini.

Dari pihak Universitas tentu saja ingin setmua mahasiswanya cepat lulus sehingga tidak terjadi “bottle neck” kelulusan dan tentu saja tingkat kelulusan ini juga berpengaruh bagi citra Universitas. Dari pihak Mahasiswa sendiri tentu saja ingin hal yang sama, mereka pastinya ingin cepat lulus sehingga bisa segera mengejar apa yang mereka cita-citakan selepas dari Perguruan Tinggi. Jika kedua-duanya menginginkan hal yang sama lalu apa yang salah?? apakah dua hal yang sama itu tidak dapat berjalan bersama?? Untuk menjawab hal ini kita akan melihat bagaimana penyusunan pengisian KRS ini dan tentu saja saya sendiri kurang tahu bagaimana detail dari pembuatan jadwal KRS ini tapi saya akan mencoba menuliskan apa yang saya ketahui bagaimana jadwal tersebut dibuat. Jika ada yang salah dari tulisan dibawah ini mohon koreksinya.

Jadwal KRS dibuat oleh sekretaris Program Studi dimana jadwal ini disusun dengan Perkiraan mata kuliah apa yang akan diambil oleh mahasiswa dan berapa peminat untuk mata kuliah tersebut. Sebelum jadwal tersebut diberikan kepada mahasiswa seluruh dosen melakukan rapat untuk membahas jadwal tersebut, dan tentu saja dalam rapat ini jadwal bisa berubah sesuai dengan kesepakatan bersama para peserta rapat. Setelah semua dosen setuju dengan jadwal tersebut kemudian baru jadwal tersebut diberikan kepada Mahasiswa. Dalam jadwal ini terdapat mata kuliah apa saya yang ditawarkan jumlah kelas dan dosen pengampunya.

Proses pengisian KRS sendiri berlangsung secara bergilir, dimana giliran awal selalu dimulai dari angkatan paling atas yang masih terdapat mahasiswa aktif untuk angkatan tersebut. Setiap angkatan dibagi menjadi beberapa kelompok dimana urutan kelompok ini selalu berganti setiap pelaksanaan KRS. Setiap kelompok (rata-rata 40 orang) dipanggil satu-satu berdasarkan nomor mahasiswa untuk masuk kedalam ruang pengisian KRS, dalam ruangan ini masing-masing mahasiswa mendapatkan satu buah Komputer yang terdapat aplikasi pengisian KRS secara onLine. Setelah mahasiswa login pada aplikasi pengisian KRS mereka harus memilih mata kuliah apa yang akan diambil dan tentu saja hal yang paling penting diperhatikan ketika mengambil mata kuliah ini adalah jumlah kursi yang tersedia, hal inilah yang paling menegangkan. Karena bisa saja jumlah kursi ini bisa habis sehingga kita tidak dapat mengambil mata kuliah tersebut.

Karena jadwal tersebut dibuat berdasarkan Perkiraan sehingga ternyata tidak semua kepentingan Mahasiswa terakomodasi. Banyak teman-teman saya yang mengeluhkan mereka tidak mendapatkan mata kuliah dan harus mundur satu bahkan dua semester untuk kelulusan, yang hanya dikarenakan Tidak Mendapatkan kursi apalagi yang mendapatkan jadwal pengisian KRS diakhir, mereka hanya bisa mengais sisa-sisa kursi untuk mata kuliah tersebut.

Jika sudah demikian mahasiswa tentunya yang paling dirugikan, mereka tidak bisa lulus sesuai dengan apa yang telah mereka targetkan karena hanya tidak kebagian tempat duduk. Jika hal ini dibiarkan terus lalu dimana peran Universitas, Fakultas maupun Program Studi yang harusnya menjadi pelayan bagi Mahasiswa?? Perlu diingat bahwa Mahasiswa kuliah disini tidak gratis dan tentu saja mereka wajib mendapatkan pelayanan sesuai dengan apa yang telah mereka korbankan. Dan sudah seharusnya pihak Universitas memberikan pelayanan kepada mahasiswanya semaksimal mungkin.

Agar tidak terjadi hal demikian hendaknya mahasiswa juga diberikan peranan ketika penyusunan jadwal mata kuliah yang ditawarkan, sehingga jadwal tersebut mampu mengakomodasi sebagian besar keinginan mahasiswa. Hal tersebut bisa dilakukan misalnya dengan membagikan isian jadwal apa saya yang akan diambil oleh masing-masing mahasiswa pada semester berikutnya, kemudian dari isian tersebut dikumpulan dan dilakukan analisa, dari data-data ini baru kemudian diambil kesimpulan yang nantinya akan menentukan pembuatan jadwal kuliah semester berikutnya.

Selain cara diatas tentunya para dosen yang berpengalaman dalam bidang ini bisa merumuskan metode baru untuk melibatkan mahasiswa dalam pembuatan jadwal kuliah ini sehingga kejadian Mahasiswa kehabisan kursi bisa diminimalisir atau bahkan tidak ada sama sekali. Sampai disini dulu tulisan saya ini, saya tunggu respon dari para pembaca lewat komentar yang bisa diisikan dibawah ini. Harapan saya dari tulisan ini maupun diskusi kita melalui komentar-komentar dibawah, bisa mencari titik temu bagi permasalah ini. Dan tentu saja besar harapan saya maupun rekan-rekan mahasiwa TF-UAJY yang lain agar Program Studi Teknik Informatika Universitas Atma Jaya Yogyakarta khususnya dan Universitas Atma Jaya Yogyakarta pada umumnya bisa menjadi lebih baik lagi. -amien-

    Related Posts

Category: Kuliah

About the Author ()

Comments (11)

Trackback URL | Comments RSS Feed

Sites That Link to this Post

  1. Kisruh KRS @ TF-UAJY at AlexBudiyanto.Web.ID | January 25, 2007
  1. D@n2Y says:

    yup yup…
    ur right….
    masalah utama yang menjadi kendala dalam kelulusan adalah kurangnya “kursi”. jatah yang ditawarkan oleh pihak fakultas kurang memenuhi permintaan yang ada. ya walhasil banyak yan ngambil secara random dan kelulusannya tetep tertunda karena gak dapet “kursi”. masalah ini kelihatannya sudah menjadi perbincangan umum, hal ini terlihat dari banyaknya angkatan2 terdahulu yang juga mengalami masalah yang sama. apakah fakultas tutup mata?? ato mereka lebih mengutamakan keuntungan dimana semakin lama kita kuliah, semakin banyk uang yang kita keluarkan untuk meeka?? hal ini hanya “mereka” dan Tuhan yang tahu. harapannya tentu fakultas lebih mengakomodir kebutuhan mahasiswa.paling tidak dengan memberikan jatah yng agak lebih banyak. semoga aj ini bukan hanya wacana yang cepet terlupa.

    thanks ya, ada juga yang peduli n mau peduli.
    keep fight.
    thanks

    D@n2Y
    tf 03

  2. abe says:

    Yang lebih ndableg lagi Lex..
    Kadang mahasiswanya sendiri GAG tau atau TIDAK mau tau kegiatan ngisi KRS inih..
    Geto jadwal dan kelas dibagikan bingung sendiri.. malah ngajakin demon..
    hayaaahhh…

  3. by-u says:

    Yup pokmen mbok dosennya ngelakuin survei dl ke mhs, mtkul ap aj yg bnyk diminati…, ya terutama tuk angktn smstr 7 keatas mbok dibuka lebih banyak kesempatan untuk mengulang di smstr bwh2 nya.
    Regards for all…
    By-u

  4. ivanK says:

    Yup, hal seperti yang diutarakan oleh saudara alex sudah terjadi sejak dulu di Universitas Atma Jaya khususnya jurusan teknik informatika.
    Dalam pengisian KRS setiap semesternya selalu menjadi hal yang paling menegangkan dan yang paling bermasalah.
    Jadwal KRS yang disusun dengan baik dan rapi serta penuh harapan dapat hancur dalam sekejap menjelang detik-detik akhir pengisian KRS.
    Mata Kuliah yang kritikal bagi kelulusan kita telah habis jatah “kursi”-nya….dan saat-saat inilah yang paling menyedihkan.
    Dulu saya pernah sharing dengan teman saya yang berada di universitas lain. Mereka melakukan KRS 2 kali, yang pertama adalah simulasi KRS dan yang kedua adalah KRS yang sesungguhnya.
    Saat simulasi KRS mahasiswa mengisikan KRS yang ingin diambilnya. Kemudian dari data simulasi tersebut pihak prodi atau fakultas menganalisa dan memutuskan kelas apa saja yang dibuka dan seberapa banyak “kursi” yang ditawarkan.
    Menurut pertimbangan saya sistem seperti ini dapat menguntungkan kedua belah pihak…
    benar gak???

    Ivan K

  5. Yaya says:

    Yuppp terkadang yah fakultas kurang mensurvei dl mata kul ap yg penting bagi mahasiswany..
    Penting jg sih meskipun Fakultas sendiri pny metode yang bs memprediksi kelas ap aj yang harus dibuka untk mahasiswanya…
    peace n lovely all….
    Y@2

  6. knock says:

    nanti, lain kali sbelum KRS. kita sebagai mahasiswa n dosen harusnya duduk bersama sambil makan2 minum2 yang semuanya ditraktir ama fakultas untuk membicarakan “mata kuliah apa aja yang URGENT untuk ditawarkan”
    jadinya bisa dijamin nantinya “sebagian besar” mahasiswa akan puas akan akan mata kuliah yang ditawarkan, n mudah2an ga ada lagi mahasiswa yang 1 semester hanya buat ngambil 1 mata kuliah yang belum dia ambil n akhirnya jadwal skripsi pun mundurrrrrr….
    akibatnya, UANG pun nambah lagiii deh. kaya uang SPP, variabel, kos, makan, jjs n uang buat yang lainnyaaaa….=p

    pokoknya kita musyawarah buat SI MUFAKAT gituuu…….

  7. subura says:

    Siapa cepat dia dapat, makanya jangan terlambat :)

    *kabuur …*

  8. antodoroki says:

    Dari pengalaman selama ini emang kayak gtu keadaannya.
    Prinsipnya sih yang penting pihak kampus perlu menerima aspirasi
    mahasiswa sebelum merancang jadwal KRS. Meskipun dalam hal ini nggak
    mungkin untuk memenuhi keinginan semua mahasiswa tp paling gak
    sebagian besar aspirasinya dalam merencanakan KRS tertampung.
    Klo soal teknisnya sih terserah kmpus, mungkin bs manual pake angket ato
    pake angket di web trus bikin pooling. Soalnya KRS ini penting banget men..
    Klo ada yg bilang KRS itu keputusan 1 semester tuh salah besar….yang bener
    KRS tuh keputusan untuk seumur hidup.
    Ga percaya?..coba aja klo gara-gara apes ga ambil kuliah yang ternyata ga ditawarin semester depan? bisa telat lulusnya tuh…belum lagi kompleksitas sm mata kuliah prasyarat…So KRS emang penting kan…?

  9. elisabeth says:

    Waa.. aku masih ‘setengah maba’, jadi belum tau seluk-beluk KRS di TF UAJY…he he. Yang jelas, stauku tiap akan KRS, kita bisa menemui dosen pembimbing kita masing-masing untuk membantu kita menentukan MK apa saja yang akan diambil. Mungkin, karena aku masih anak ‘baru’ jadi masih bingung kalo harus memilih MK apa saja. Kalo untuk angkatan atas, mungkin dah bisa membuat kepastian MK apa yang akan diambil, terutama MK-MK yang belum sempat diambil pada semester-semester sebelumnya…

    Tentang dosen pembimbing, pembimbing yang dimaksud di sini adalah dosen pembimbing KRS bukan dosen pembimbing skripsi (mungkin ada mahasiswa yang tau tentang hal ini, tapi juga ada yang ga tau..). Jadi, saat kita pertama kali masuk (stauku ya.. mungkin juga bisa salah..) kita dah punya dosen pembimbing untuk KRS kita selama kuliah di UAJY. Caranya tau siapa dosen pembimbing kita? Ya..datang ke Prodi dan tanya siapa dosen pembimbing kita donk.. Kalo dah tau, kita sendiri yang harus menemui dosen itu dan memperkenalkan diri “bahwa kita adalah mahasiswa yang seharusnya dibimbingnya untuk KRS).Memang, ga bisa membantu cukup banyak, tapi setidaknya dosen ini tau kira-kira MK mana yang peluang ‘kursinya’ masih lumayan. Untuk ‘MK’ yang kira-kira peluangnya kecil, mereka cuma bisa berkata “Ya.. kalo itu harus bersaing..”.

    Untuk ‘keamanan’ pengisisan KRS, saranku pribadi, ambil MK yang sesuai jatah semester. Kalo untuk MK pada semester lain, aku juga angkat tangan.. keadaan memaksa kita untuk bersaing.. Aku setuju sama saran-saran awal : edaran MK apa yang kira-kira akn diambil mahasiswa.

    elisabeth
    tr in take 2005

  10. alex says:

    Terima kasih semuanya,
    Beberapa minggu lalu aku sudah ngobrol dengan Pembantu Dekan I (Pak Irya) mengenai hal ini. Dari paparan beliau ternyata ‘jejak pendapat’ awal sebelum KRS pernah dilakukan beberapa tahun lalu, tapi ternyata hasilnya juga tidak bisa mencerminkan Populasi karena banyak ‘oknum’ mahasiswa yang tidak mengisi ‘jajak pendapat’ itu dengan benar. Nah kalau begini salah siapa??
    Pak Irya juga berjanji akan mencarikan solusi bagi pemecahan masalah ini sehingga kasus ‘kurangnya kelas’ bisa diminimalisasi. Jadi buat adik angkatanku aku doain semoga KRS kalian besok dan seterusnya bisa lancar amien

Leave a Reply