Penipuan di SPBU
Ya, berhati-hatilah jika anda membeli BBM di SPBU, karena kemarin saya melihat praktek kecurangan [penipuan] tersebut dengan mata kepala sendiri. Kebetulan hari Sabtu [22 Maret 20007] kemarin, saya membeli Bensin di salah satu SPBU di jalan Solo, waktu dalam perjalanan ke situs Boko mengikuti acara INI. Setelah saya selesai mengisi bensin, tepat di belakang saya, Nico dengan jelas menyebutkan nilai Rp. 10.000,- untuk memberi “minum” motor-nya. Nah, ada dua orang petugas yang melayani pembeli, petugas pertama bertugas untuk menuangkan bensin, dan petugas kedua, menerima uang serta mengeset nilai [liter atau-pun jumlah rupiah] mesin SPBU. Nah, di saat itu saya melihat dengan jelas, petugas kedua menghentikan mesin SPBU di waktu mesin baru menunjukan nilai Rp. 6.900,-. Waktu itu saya hanya terdiam karena nggak ada bukti kuat, karena hanya sebatas penglihatan saya saja.
Nah, bayangpun jika ada 100 orang saja yang ditipu seperti Nico ini dalam sehari. Anggap saja mereka bisa mendapatkan Rp. 2.000,- dari setiap transaksi, maka mereka sudah mendapatkan nilai Rp. 200.000,- dalam sehari, jumlah nominal yang tidak sedikit, yang mungkin lebih berarti jika diberikan kepada anak yatim piatu. So, berhati-hatilah ketika membeli bensin di SPBU, pastikan anda dengan jelas melihat meteran SPBU, untuk memastikan bahwa anda mendapatkan jumlah liter, seperti yang anda bayarkan. Buat para pembaca, pernahkah anda mendapatkan pengalaman ditipu seperti Nico diatas? BBM udah mahal, kena tipu lagi. doooh.
Category: Kritik Sosial
About the Author (Author Profile)
Comments (34)
Trackback URL | Comments RSS Feed
Sites That Link to this Post
- dhemit-dhemit ratu boko……. « r e s t l e s s a n g e l | March 26, 2008











Waktu itu saya memang sengaja diam, karena takut dikepruk
hohoho, sy kilaf. Ngga meratiin kmren ntu lex. Jd mikir, keuntungan curang itu masuk kekantong siapa ya?
ketelitian dari pengendara yang mengisi bensin kan juga di perlukan agar tidak tertipu.
dan coba aja sekali-kali belinya jangan menggunakan nominal.
contoh:
User: mas / mbak, isi bensin 10 ribu.
SPBU: ya
USER: bensin terisi di meteran sebanyak 2,2222 Liter
nah coba bandingkan beli bensinnya dengan cara sperti ini.
User: mas /mbak beli bensin 2,2222 Liter
SPBU: ya , [memasukan nominal liter di takaran SPBU nya]
ada SPBU yang beda jumlahnya kalo beli literan dengan Nominal Rupiah.
APAKAH ini termasuk penipuan juga.??
berani amat nipu gaya begitu
kalo saya sih berhubung anak SMA dan uang saku emang cuma cukup buat bensin motor, jd begitu ngomong ke petugas SPBU mata langsung melotot ke meterannya.
Kurang 0,01 aja langsung protes. Lah kan masih bisa dipake buat penipuan gaya XL
kok diam saja…? kenapa nggak langsung protes ?
at least di cengkiwing kerah baju di petugas…
sabar bud… sabar…
di bandung juga gitu…
pertamina loh padahal…
sabar bud… sabar…
*kirim fajar*
@bebek,
Ya, karena nggak ada bukti yang kuat, posisi saya waktu itu nggak begitu dekat serta saya ini nggak begitu suka dengan keributan, lebih baik saya menulis saja disini. Ya, paling tidak saya bisa sharing pengalaman, supaya kita semua lebih hati-hati ketika membeli BBM di SPBU.
@Nico,
Ya, pengalaman yang moga-moga nggak terulang lagi
Hhhm… saya pikir itu oknum Co, jadi duit itu masuk ke kantong dua petugas itu. Mereka nanti pasti akan setor ke BOS mereka, sejumlah BBM yang telah mereka jual, nah pastinya duit yang mereka dapatkan kan lebih besar. Jadi selisih inilah yang akan dinikmati oleh petugas itu sendiri. CMIIW
@helsing_b0lt,
Memang beda ya? saya sendiri belum pernah mengalami sih, kalau memang beda pastinya itu juga termasuk penipuan.
@gagahput3ra,
Yup, sebagai tindakan preventif supaya nggak kena tipu.
@iman brotoseno,
Nah, soal-nya posisi saya agak begitu jauh mas, dan saya waktu itu sempat mikir kayak gini:
*datengin itu petugas*
saya: Mas, kok tadi saya lihat meteran-nya sudah berhenti di angka Rp. 6.900? padahal temen saya ini kan beli-nya Rp. 10.000,-
petugas: Loooh, tadi sudah beneran Rp. 10.000,- kok, jangan asal tuduh anda, mana bukti-nya? kalau nggak ada bukti nggak usah nuduh mas.
saya: OK, coba bisa lihat log-nya nggak? coba kita lihat isi file di /var/log/pengeluaran-bensin.log
petugas: Emang ini linux mas?
saya: *terdiam*
Beda kalau situasinya seperti ini:
*datengin itu petugas*
saya: Mas, kok tadi saya lihat meteran-nya sudah berhenti di angka Rp. 6.900? padahal temen saya ini kan beli-nya Rp. 10.000,-
petugas: Loooh, tadi sudah beneran Rp. 10.000,- kok, jangan asal tuduh anda, mana bukti-nya? kalau nggak ada bukti nggak usah nuduh mas.
saya: Siapa yang asal nuduh mas? ini saya bawa rekaman video-nya kok, nah tadi waktu anda mengisi dan dan mematikan itu mesih di angka Rp. 6.900,- saya rekam semua kejadian itu. Mau lihat video-nya mas?
petugas: *terdiam*
@Rendy,
Ya, mungkin praktek seperti itu sudah umum, jadi memang butuh tindakan preventif dari kita sendiri supaya tidak tertipu.
kalo aku, setiap isi bensin, ngomong 10.000,- langsung deh mata diposisikan memperhatikan meteran… jadi si petugas bisa melihat bahwa kita memperhatikan meteran… dan jangan memalingkan muka, sebelum angka yang tepat (dalam kasus ini, 10.000) tertera di sana.
kalo belum sampai segitu udah berenti, iseng aja ngomong dengan nada tidak bersalah: “kok blom nyampe 10.000 udah berenti mas?”
dan spontan dijawab ama petugasnya, “mas, ini tangki nya udah kepenuhan, ntar tumpah loh”..
hehehehehehe…
ini pengalaman bukan terjadi di SPBU. Tapi pada intinya sama, yaitu penjual mengadali pembeli.
kemarin sore saya berbelanja di alfamart di lingkungan saya. total pembelian adalah Rp.47.250. Tapi dengan tanpa alasan dia mengatakan bahwa total belanjaannya bernilai Rp47.300. Oke, saya diam saja. Kemudian saya membayar dengan uang Rp.100.000. Dia menyerahkan uang Rp.52.500 dan dua buah permen yang dianggap bernilai Rp.200.
Kesalahan pertama Alfamart tentu adalah melakukan pembulatan ke atas untuk barang yang dibeli konsumen. Apa hak Alfamart melakukan pembulatan ke atas? Kedua, pengembalian dalam bentuk barang yang dalam hal ini permen adalah bentuk penghinaan bagi konsumen. Belum tentu dua buah permen itu harganga Rp200, khan?
Sebagai konsumen, saya sebenarnya ingin protes. Tapi, kadang ada rasa sungkan, enggan, dan malu kepada orang-orang di sekitarnya. Padahal saya tahu bahwa praktik seperti ini tidak benar dan kita harus menyampaikan protes.
Ya, bagitulah cara penjual menangguk untung dari tiap kelengahan yang dilakukan pembeli. Nyebelin, ya?
@Adham Somantrie,
Hehehe, dan dijawab lagi: Loooh, saya beli memang sengaja mau saya tumpahin kok. J
@Pujiyono,
Yup, nyebel.in banget pasti-nya. Daripada toples isi permen, pastinya lebih “pas” kalau toples itu, diisi dengan uang recehan untuk kembalian.
[Bijak mode = ON]
Gampang… bilang aja :
“Mas/mbak.. kita bisa selesaikan masalah ini dg baik2 atw dengan keras… sebaiknya mas/mbak ngaku saja… klo mas/mbak ngaku dan mw mengganti, saya akan anggap masalah ini selesai… Atw klo itu terlalu susah, saya bisa membuktikannya dengan cara menguras tangki bensin dan bila nanti terbukti, Saya pasti akan laporkan ke Polisi!! Pilih mana??”
Masalah ini perlu ditanggapi serius dengan 2 alasan :Anda melihat teman Anda dicurangi, masak Anda diam saja. Anda teman seperti apa?Bila hal ini terbukti, semoga petugas itu jera dan TIDAK ADA KORBAN2 LAINNYA.Kecuali klo Anda chicken… so klo begini.. Just do nothing lah…
.
Ada juga SPBU yang selain tipu2 angka meteran dan (mungkin) menggunakan bensin oplosan juga. Di Jkt ada bbrp yg ditengarai ‘nakal’, bensinnya ‘aspal’. Ketauannya saat mesin kendaraan rusak, dibawa ke bengkel, montir bilang bensinnya yg ngerusak mesin. Mau nuntut SPBU-nya, biasanya kurang bukti, secara ngisi bensin kan ngga selalu di SPBU yg sama.
Dari bau bensinnya…sepertinya memang ada yg ‘baunya tak seperti dulu lagi’..gimana ya pokoknya bau bensin gitu deh.. Entah karena proses pengolahannya yg beda, atau memang dioplos dengan zat lain utk menambah keuntungan SPBU.
ra kondo2 lex?…kan baliknya bisa kita datengin rame2
anggep aje sisa-nya untuk amal…hehehe.
kebetulan seragam kerja warna-nya kaya intel, jadi pas mau ngisi bensin pasti petugas ngomong ini nol, terus kalau sudah selesai juga ngomong…
tetapi pengalaman lain,
ada temen yang terjatuh kecelakaan, malah nggak ada yang nolongin karena dikira polisi,,, habis seragamnya sama…
Aku juga pernah ditipu kayak gitu..secara aq kesel bgt langsung aja aku tarik kerah baju petugasnya…langsung saya bilang “mau saya habisi!?”. Agak berani sih..soalnya ada teman preman yang sering nongkrong disekitar situ…hehe
klo di Surabaya, SPBU di depan Gramedia Kertajaya.
@kucing garong,
Ya, saya lebih memilih menggunakan logika saya, dan menghindari konflik yang mungkin akan berkepanjangan. Kenapa? Ya, misalnya saja dia minta bukti, dan harus menguras isi bensin dalam motor-nya Nico, bagaimana hal itu bisa dilakukan? secara motor-nya Nico bensin-nya juga masih banyak.
Ya, saya hanya berfikir secara logis sebelum bertindak, karena bisa saja nanti saya malah dituduh mem-fitnah karena nggak ada bukti yang jelas.
O, iya tujuan saya share disini juga untuk “memerangi” praktek seperti ini, ya paling tidak untuk diri kita sendiri, supaya lebih berhati-hati.
Soal hadist tersebut, saya menulis ini juga dengan tangan lho
@aNdRa,
Nah, kalau itu mungkin lebih gampang untuk membuktikan-nya, tinggal bawa sample bensin dan lapor ke pihak terkait.
@ekowanz,
Untuk apa Ko? lagian nggak ada bukti kok. Begini aja deh, kalau mau serius, kita bongkar praktek semacam ini dengan disertai bukti yang kuat. Skenario bisa kita buat lah ntar. Gimana?
@Wadiyo,
Hehehe, mungkin dia sudah takut karena lihat tampang mas Wadiyo yang mirip intel.
@Usamah,
Nah, kalau mungkin langsung jadi korban-nya, bisa langsung komplain di lokasi. Ini saya cuma jadi pihak ketiga yang berdiri sekitar 6 meteran dari lokasi, tanpa ada bukti yang jelas.
kalo saya agak hati2 ngisi bensin terutama di spbu gejayan itu. tp ternyata di jalan solo jg yah. wah… mata harus lincah nih kalo lagi ngisi. kayakna kalo kita perhatiin mesinnya itu, petugasnya g bakal macem2 deh. intinya jangan mudah percaya ama petugas yg isi. kita juga harus waspada.
waaah kl aku, udah tak protes dong. hehehe, kl yg protes cewe mungkin beda ya, responnya dg pemrotes cowo, hahaha.
soale wes tau, bayar bensin 100ribuan, pdhl beli 50ribu. krn aku ter gesa2, lupa kembaliannya. eh kok ya yg terima diem aja, ga kayak petugas spbu laennya yg lgsg kasih kembalian.
walo udah sampek gejayan, teuteup deh, aku balik lg ke tugu, dan nagih itu duit.
soal penipuan lain, kadang beli sekian ribu, tp yg tertera di spidometer ga sama dg di spbu lain. tp yg ini susah buktiin.
sebenarnya kita sbg konsumen berhak kok, utk protes. toh utk kemajuan usaha juga. masalahnya, konsumen tll baik hati -hehe- dg alasan ogah ribut. sama sih.
spt kl belanja di superkampret trus di kasih kembalian pake permen. kl lg nyolot, aku bilang aja, oh brati bisa ya mbak, mbayar pake permen.
tp kl lg pas blanja, kurang cepek ato 50 perak aja, mo tak bayar pake permen kok ga tega. asem tenan ik, yg untung kan ownernya, bukan sapa2.
*curhat mode on*
tp mungkin laen lo, critanya kl panjenengan crita sama nico^^
saya lbh suka dg cara yg dilakukan alfa (bkn alfamart lo)(eh tp skrg masih ga ya) dan pamella. jd kl ada penjumlahan yg susah, seperti misal 36.789, trus dibuletin jd 36.800, maka selisihnya masuk ke dana amal. dan hasilnya ditulis scr terbuka di spanduk / papan.
kl spt itu rasanya kok lbh ikhlas drpd dibayar pake permen
mungkin saya perlu mencoba, “aku bayar 200nya pake permen 2 ya mbak”
kl diprotes ga bisa, di kick balik gitu.
ga usah malu ya, kl malu, tanyain aja yg antri di blkg kita, sebel ga dibayar pake permen.
setubuh ???
*konsumen di endonesa kudu galak, secara kedudukan kita itu masih lemah, ga kayak konsumen di eropa / amrik yg bisa mendikte para pengekspor utk memenuhi bbrp peraturan dan malah bikin class action*
ditipu terang2an kayak gini sih belum pernah…tapi kadang sy ngisi bensin full-tank tapi habisnya lebih cepat dari biasanya…kadang drastis banget loh…yg seharusnya buat 4 hari tapi 2 hari uda habis…padahal seingat sy aktfitas tidak ada yg bertambah…hmm kalau gini bagaimana ngak curiga kalau udah ditipu
@ocha,
Yup, kalau kita memperhatikan meteran-nya, mereka nggak akan berani berbuat curang kok.
@restlessangel,
Setelah keluar dari SPBU itu, Nico baru saya kasih tahu.
Yup, besok saya coba deh, kalau misalnya besok saya dapat kembalian permen dua, saya coba bayar dengan permen tiga, jadi saya dapat kembalian utuh Rp. 500,- Hehehe….
@uwiuw,
Yup, saya juga dulu pernah merasa hal yang sama mas, dan memang baru kemarin itu, saya melihat praktek seperti itu dengan mata kepala sendiri.
@
wah mesti lebih teliti neh saat mengisi bensin.
kapan ya indonesia bisa jujur
ayo lex tabokin aja, seret ke jambur!
Salahnya sendiri masnya kalo ngisi bensin sambil mencet-mencet hp
lain kali liatin dong meterannya..
*ngabur*
mohon maaf atas ketidak nyamanan ini, sekali lagi saya mohon tolong jangan sampe dimasukan ke surat pembaca mas, cukup dilaporkan di sini saja
salam,
*koprol ke kasur*
uwis-uwis ndang dilaporne neng pihak seng berwajib wae…. ben kapok…… seng duwe SPBU yang kudu seng ati-ati, ngawasi pekerjane kudu teliti, tapi tanah jenenge menungso yo kadang enek kilafe kang. wawakakak
@ayahshiva,
Ya, begitulah hidup mas, nggak semua bisa berjalan seperti yang kita harapkan.
@antobilang,
Wah, ke-enakan dia kalau dibawa ke djambur, kasihan si ….
*ah sudahlah*
@Tukang SPBU,
Itu bukan hape mas, tapi ….
*ah sudahlah*
@Pemilik SPBU,
Iya…iya, tapi saya dapat bensin gratis seumur hidup ya?
*tendang annots ke kasur-nya*
@vicky,
Laporan tanpa bukti ntar bisa jadi fitnah mas, lebih baik kita yang lebih berhati-hati saja, supaya tidak tertipu oleh oknum petugas SPBU.
laporin aja ke pertamina…….gtu aja kok repot!!!
wuah,, aku pernah juga kejadian kayak gitu.. di SPBU Sagan..!! huhu.. aku belinya 10Rb,, tapi yang aku liat cuman 6Ribu.. tapi ndak gitu protes,, coz takutnya mungkin aku emang salah liat.. dan ternyata,, pas udah jalan,, baru nyadar,, kok meterannya ndak naik2,, mpe rumah dah mo abis pun.. o alah.. ternyata… udah ngantrinya lama,, siang2 kepanasen,, eh,, ketipu pula… huhu..
temenku juga tuh,, pernah gitu..! dia bilangnya 5 ribu,, hampir aja ndak dikasih kembalian (duitnya 10Rb).. dan bapaknya dengan santai bilang,, oh, tak kira beli 10 Ribu.. padahal bensin yang dimasukin cuman 5 ribu.. –> di SPBU Gejayan..
jadi,, gimana cara menanggulanginya..? huehe..
wadhuh, parah banget, ya?
sebenernya isa aja cari SPBU yg sudah pake printout sehingga brapa minyak yg dikeluarkan dispencing pump ketahuan, n kita punya bukti kuat atas transaksi yg telah terjadi. kalo emang ngerasa gak puas, isa ambil lembar komplain yg tersedia di SPBU (biasanya ada pada SPBU Pasti Pas). kalo mau, mendingan langsung kontak kantor unit pemasaran Pertamina terdekat. biasanya ada contact center-nya. tar tim dari kantor unit pemasaran Pertamina terdekat bakal tindak lanjut.
saran gw sih ngisi bensin ke SPBU Pasti Pas aja. karena kontrolnya ketat, kalo ada sedikit cacat pada performanya, taruhannya adalah pencopotan sertifikat Pasti Pas.
Wah betul bgt tuh..gw juga pernah kena tipu kyk gitu..emang bener bgt klo mau beli bensin pastikan kita liat meteranya..gw juga punya tambahan tips pastikan untuk minta print out kalo em nipu print outnya bakalan beda dong dengan yang kita minta..
Klo gw mo share nih, SPBU di KH Mas Mansyur Tanah Abang(dkt kantor)juga curang soal takarannya, anehnya SPBU itu penuh terus, apa orang2 ga tau atw ga mau tau ya?!!?. Contoh aja gw ngisi 2ltr (Tn Abang), masa lebih banyak gw isi 10ribu di SPBU di Bekasi (dkt rumah), klo di meteran sih gw liat ga curang, cuma di spido meter gw koq ga “Ngaceng” ye??!(bingung?!?)
Apa gw harus isi di derigen ukur hah? trus klo gw liat kurang gw laporin gitu ya, Klo gw Mau laporin kya bgini dimana y?…
Hai,q prnah jg pnglman ngsi premium. . . .low g slh pas q pRjLnan lg da t0uring gt.di daerah krian Sby.dstU q ngsi trus q leat mteran di mesin tatsun0 kn,dngan iseng q smbl tk tnya”gt operat0rnya,kn q ngsi 15 ribu,eh g twnya dy kbablasen n g jd mt0ng,kn kya’e g d pr0gram gt. .jd mlah untUng dEch q.hehehe,kcian dEch operat0rnya jd g dpt ceperan.jd saran q,pa bla qt m0w ngsi aja’ajah bcra operat0rnya,byr lupa.ok;-)