Perjalanan Ke Ibu Kota: Delay Karena SBY
Seperti pada tulisan saya sebelumnya, pagi tadi saya berangkat menuju Ibu Kota, dalam rangka belajar. Saya berangkat dari Rumah, kurang lebih pukul 08.00 WIB, diantar oleh Anang Susilo [sayang dia tidak punya blog] yang merupakan saudara sepupu saya. Walaupun waktu-nya sangat mepet, dalam perjalanan kami sempat mampir terlebih dahulu ke Gudeg Mbarek yang terletak di Jalan Kaliurang KM 9.5, karena ada rekan saya yang titip masakan khas Jogja ini.
Sampai di jalan Solo, saya lihat banyak sekali polisi berjaga di sudut-sudut jalan, “ada apa ini, kok ramai banget?”, begitu yang terlintas di pikiran saya. Bahkan pengamanan jalan tambah ketat begitu mendekati bandara. Banyak sekali polisi berpakaian preman, dan berpakaian dinas polisi, berkumpul di pertigaan lampu merah sebelum masuk ke bandara.
Begitu mobil memasuki kawasan bandara, saya lihat di depan executive lounge bandara Adisucipto, sebuah mobil dengan bendera merah putih di moncong depan, dan berplat merah dengan tulisan “Indonesia 1″, dari situ saya baru “ngeh” ternyata hari ini adalah tanggal 26 Mei 2007, dimana malam hari-nya akan diadakan malam renungan satu tahun gempa Jogjakarta, dan SBY pasti akan menghadiri acara tersebut.
Saya check-in di counter Adam Air, sekitar pukul 08.40 WIB. Dalam boarding pass tertulis jam boarding 08.50 WIB. Ya, saya pikir sebentar lagi saya bisa segera masuk ke pesawat dan meninggalkan kota kelahiran saya tersebut. Eh, begitu jam menunjukan pukul 08.50 WIB, pesawat Adam Air belum datang, dan ternyata banyak orang-orang di ruang tunggu, adalah para penumpang yang terlantar terkena dampak kedatangan SBY.
Kurang lebih pukul 09.00 WIB, sebuah pesawat dengan ukuran sedang mendarat, ternyata pesawat dengan lambang bintang, dengan latar belakang kuning di bagian ekor pesawat itu, adalah pesawat rombongan SBY. Setelah mendarat saya lihat banyak orang sibuk berlarian, entah untuk apa, karena saya juga tidak tahu protokoler-nya, tapi yang pasti SBY dan Ibu Ani dikawal banyak orang, menuju executive lounge bandara.
Sekitar pukul 09.15 WIB, para penumpang Garuda dan Lion Air, yang tertunda keberangkatan-nya, sudah mulai naik pesawat, saya pikir sebentar lagi pesawat Adam Air akan mendarat, eh ternyata pesawat yang ditunggu banyak orang tersebut, tidak muncul juga.
Akhirnya, pesawat yang saya tunggu, mendarat di Jogjakarta kurang lebih pukul 09.50 WIB, dan kami boarding kurang lebih pukul 10.00 WIB. Ketika didalam pesawat, ada suara seksi permintaan maaf dari Adam Air, yang diwakili oleh pramugari-nya. Cewek cantik Pramugari tersebut, bilang bahwa mereka terlambat karena ada “VVIP Movement”. Entah kenapa kok dibilang “VVIP Movement” ngak dibilang saja “SBY Movement”. Hehehehe…..
Saya menapak-kan kaki lagi di Jakarta, kurang lebih pukul 11.00 WIB dengan disambut cuaca Jakarta yang berkabut. Setelah keluar dari bandara, saya masih harus menunggu bis bandara jurusan Pasar Minggu, yang susah ditemukan. Pukul 11.30 WIB, saya baru mendapatkan Bis tersebut, tapi untunglah jalanan Jakarta pada hari Sabtu, lancar sekali, sehingga kurang lebih pukul 12.00 WIB, saya sudah sampai di kantor Brainmatics.
Ya, itulah sedikit cerita hari ini, dan yang pasti SBY Movement VVIP Movement tersebut, sudah membuat jadwal penerbangan saya delay kurang lebih 1 Jam. Ya, untung cuma 1 Jam, waktu delay yang masih kalah jauh, dari rekor delay yang pernah saya alami.
About the Author (Author Profile)
Comments (12)
Trackback URL | Comments RSS Feed
Sites That Link to this Post
- AlexBudiyanto.Web.ID » Blog Archive » Back to JOGJA | July 26, 2007











Ngga udara, ngga darat, ngga lautan, semua sama ajaaaaaaa.
Heran, kalo memang VVIP, mestinya pesawatnya punya tempat parkir khusus dong, ngga perlu mengganggu publik.
punya presiden emang bikin repot aja ya? hehehe…
Lah emangnya bandara adisucipto ada parkir khusus, lah wong bandara cuman sak cuil koq. ya mbok meneng wae lah wong cuma delay 1 jam, aja koq repot. lagian siapapun presidenna hal spt ini bakalan terjadi koq. umum toh. jadi kudu maklum wong kita ini rakyat jelata
Mbak Tia dan Mas Agus,
Memang seperti-nya standart pengamanan Presiden seperti itu. CMIIW
Mas Gundul,
Yup, Bandara Adisucipto memang kecil banget dan tidak punya parkir khusus. Soal delay 1 Jam memang tidak masalah buat saya pribadi, karena kebetulan di hari tersebut, saya tidak punya jadwal yang harus ditepati, tapi jika ada sesuatu yang mendesak, siapapun orang-nya, terlambat 1 jam tentu akan menjadi masalah
hehehe,,, walo ngga ada VVIP movement, biasanya selaen garuda emg sering telat to… dasar indonesia
tapi aman2 aja to naek adam? :d terakhir kali aku ke jakarta, masak satu setengah jam! hohohohoho deg2an banget rasanya di atas T_T
Mbak Moniq [chocoluv],
Iya sih, tapi kalau pagi kan jarang delay, kalau malam sih jangan ditanyakan lagi.
btw, setelah kecelakaan meledak-nya Adam Air, beberapa bulan yang lalu, saya, sempet tidak nyaman juga lho naik Adam. Tapi untunglah penerbangan bisa berjalan dengan baik.
SBY dilawan *halah*..
ya iya lah mas, mana pernah presiden mo ngrasain macet kecuali klo dah ga jadi presiden :p.
lapan enam..
Seharusnya tuh, untuk kepala negara negri sendiri atau rombongan diplomatik negara lain mempunyai kawasan landing sendiri, sehingga ga mengganggu penerbangan komersial.
waduh masih berani naik ADAM yah
Salut dah!!
jadi presiden kok malah nyusahin orang lain….