Perkembangan IGOS
Barusan saya baca email dari pak Kusmayanto Kadiman yang beliau forward ke mailing list Technomedia. Dimana dalam email tersebut memberitahukan tentang perkembangan IGOS. Karena penasaran dengan perkembangan IGOS yang sudah lama berjalan sejak 30 juni 2004 tapi belum menampakan hasil yang menggembirakan ini saya coba browsing ke web tersebut. Surprise, entah saya yang kurang begitu perhatian dengan program ini ataukah memang baru web tersebut berubah ‘wajah’.
Web tersebut ternyata sudah banyak mengalami kemajuan dibandingkan dengan dulu waktu terakhir kali saya mengunjunginya, sudah banyak produk-produk baru seperti yang saya list dibawah ini:
- Aplikasi desktop:
- Aplikasi warnet:
- Aplikasi e-gov:
- Aplikasi e-learning
- Aplikasi GIS
- Interoperabilitas:
Tentunya kita semua berharap gerakan IGOS yang sudah lama digembor-gemborkan ini bisa segera menampakan hasil yang nyata. Jika kementrian Ristek sudah bisa menerapannya harusnya instansi pemerintah yang lain bisa segera menyusul.
Saya pribadi salut dengan sosok Menristek kita ini, Kebetulan saya dulu pernah diajak RSW untuk menghadiri undangan bincang-bincang dengan Pak KK ini. Undangan pertama bertempat di kantor majalah Sinar Harapan dan yang kedua bertempat di kantor Ristek. Dari dua kali pertemuan tersebut saya menangkap visi yang sangat bagus tentang perkembangan Riset dan Teknologi di Tanah Air. Bermula dari IGOS ini semoga Visi tersebut bisa segera kita wujudkan. -amien-
Related Posts
Category: Community, Technomedia










Menurut pendapat saya tantangan proyek IGOS diterapkan secara luas di Indonesia tampaknya tidak jauh dari halaman depan Kementerian Ristek, yaitu Depkominfo. Kesan yang saya tangkap dari Depkominfo selama ini memihak kubu propierty (benar ya ejaannya?) spt M*******t.. Jadi kemana kebijakan IT indonesia akan dibawa, saya rasa tergantung ‘persaingan’ antara Kementerian Ristek dan Depkominfo.
Saya ikut mendukung kebijakan birokrasi apapun untuk membangun bangsaku ini.
Mas Dimas,
Menurut saya apapun Sistem Operasi ataupun Software yang kita pakai bukan masalah utama disini. Masalahnya adalah legal/tidaknya OS/Software tersebut. Saya yakin nantinya jika penegakan hukum di Indonesia sudah baik, masyarakat bisa memilih sendiri. Jika mereka bisa membayar silahkan pakai produk propierty tapi jika tidak kuat membayar dan tidak mau dikenai sanksi hukum ataupun memang tidak suka dengan produk-produk propierty silahkan pakai software yang free.
Mas Beta,
Terima kasih, tentu saja kita semua berharap bahwa Negara Indonesia kita tercinta ini bisa segera bangkit dari keterpurukan dan bisa segera sejajar ataupun lebih baik dengan Negara maju lainnya. Yang pada akhirnya bisa menjadikan Negara Indonesia menjadi Negara seperti apa yang dicita-citakan oleh para Pendiri Negara kita. -amien-
produk2x IGOS ini open source ga sih ? dikasih link download tp ga bs di download
.
Mas Zainal,
Sepengetahuan saya semua produk-produk IGOS Open Source. CMIIW
Kalau belum bisa didownload mungkin saja link-nya yang putus, coba saja mas kasih masukan ke webmaster-nya untuk menanyakan status link tersebut.
bapak2 cara pakai igos tu gimana? butuh apa aja (software or etc)? and manfaat ama tujuan adanya IGOS itu apa sih? Makasih ya bapak2,ibu2,saudara2,saudari2,mas2,adek2. Matur nuwun
@zwe,
Anda tinggal mendownload saja software-nya, yang anda butuhkan mungkin hanya seperangkat komputer yang nanti akan dipakai untuk menjalankan aplikasi IGOS ini.
Untuk manfaat-nya, tentu saja anda bisa mendapatkan sistem operasi + aplikasi yang berjalan diatasnya secara bebas [baca: gratis], tidak perlu memikirkan lisensi yang biasanya ada di sistem operasi berbayar.